Kamis, 05 Mei 2016

santri baruku di blok agung




  Pada tanggal 31 july 2015, aku mondok di pondok pesantrn Darussalam.  Blokagung  kec. Tegalsari Banyuwangi. Aku berangkat dari bali sekitar pukul 09.00 pgi dan tiba di blokagung sekitar pukul 16.00 ba’da ashar, kemudian aku mengikuti pendaftaran sekolah kurikulum, aku memutuskan sekolah di madrah aliyah al amiriyyah dan aku mengambil jurusan ips dan aku masuk di kelas10 ips 1, dan aku juga bersekolah di madrasah diniyah al amiriyyah tingkat ula kelas 1 bagian I musthiq ustad walid ikromullah.  Asrama yang ku tepati asrama al barokah kamar P-02.
Awal-awal aku mondok ketika statusku masih santri baru, aku sempat kaget karna kehidupan di pondok berbeda jauh sama kehidupan ku yang dirumah, ‘’YAJELASLAH’’ namanya aja dipondok! Pondok itu baguku tempatnya orang tirakat, dan aku sangat bersyukur karna ku bisa mondok disini, karna ku bisa mendalami ilmu agama dan belajar mempunyai akhlak yang baik . walaupun aku gak kerasan  tapi ku kerasan-kerasanin, dari pada aku boyong, pasti yang rugi aku sendiri, bukanya membanggakan kedua ortu  yang ada malah nyusain orang tua.. mulai sekarang aku ingin berfikiran lebih dewasa lagi, berfikir yang positif,menjauhi sifat kekanak kanakan dan menjauhi kebiasan buruk ku.
Dari pada aku bikin pusing lebih baik aku jalani aja semua aktivitas yang ada pondok ini, pondok yang ku tempati ini pondok terbesar di kab. Banyuwangi yang memiliki santri kurang lebih 5.000 santri putra dan putri. Santri blokagung ini santrinya diwajibkan santrinya sholat berjamaah di masjid, menggikuti semua kegiatan baik ba’da shubuh,dhuhur,ashar,magrib, isyak dan mentaati qonoun-qonoun ponpes Darussalam . Aku merasa males dengan adanya kegiatan yg padat seperti itu, apalagi ketika barang-barang yang ku punya banyak kehilangan, itu hal yang paling menjengkelkan bagi ku tapi disinilah ku belajar sabar, tapi lama kelamaan ku sudah mulai mengerti bahwa kehidupn di pondok memanglah seperti ini, walaupun barang-barang ku banyak yang hilang ,makan di ko-kosan gak enak,mandi harus ngantri,gudikan,kadasan,tengah malam kudu sholat tahajud,pagi kudu shlat dhuha,tidur bermodal selimut dan selimut pun beralih fungsi menjadi alas tidur, tapi ku jalani itu semua dengan sabar dan tabah..
Jujur ketika aku masih santri baru,aku pernah nangis di pondok ketika sholat magrib berjamaah, mungkin salah satu penyebabnya adalah factor ketidak kerasanan dan rasa menyesal apa yang telah aku perbuat sebelumnya yang sering melakukan kebiasaan buruk. Pada waktu itu aku sholat berjamaah di shof paling depan, ketika aku sholat berjamaah pikiran ku selalu memikirkan keadaan kedua orang tua ku yang da drumah sambil menangis aku kepikiran waktu aku jahat kepada kedua orang tua ku, aku sangat menyesal sikap ku yang seperti itu kepada kedua orang tua..entah apa yang ada di benak ku? Sehingga aku beraninya melakukan tindakan yang seperti itu, tanpa aku sadari bahwa tindakan yang menimbulkan dosa besar dan sekarang aku mulai sadar, aku ingin mengubahsemua kebiasaan-kebiasaan buruk ku, baik itu dalampikiran  perkataan dan perbuatan dan aku ingin mengubah semuanya menjadi kebiasaan yang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar