Pada tanggal 31 july
2015, aku mondok di pondok pesantrn Darussalam. Blokagung
kec. Tegalsari Banyuwangi. Aku berangkat dari bali sekitar pukul 09.00
pgi dan tiba di blokagung sekitar pukul 16.00 ba’da ashar, kemudian aku
mengikuti pendaftaran sekolah kurikulum, aku memutuskan sekolah di madrah
aliyah al amiriyyah dan aku mengambil jurusan ips dan aku masuk di kelas10
ips 1, dan aku juga bersekolah di madrasah diniyah al amiriyyah tingkat
ula kelas 1 bagian I musthiq ustad walid ikromullah. Asrama yang ku tepati asrama al barokah kamar
P-02.
Awal-awal aku mondok ketika statusku masih santri baru, aku
sempat kaget karna kehidupan di pondok berbeda jauh sama kehidupan ku yang
dirumah, ‘’YAJELASLAH’’ namanya aja dipondok! Pondok itu baguku tempatnya orang
tirakat, dan aku sangat bersyukur karna ku bisa mondok disini, karna ku bisa
mendalami ilmu agama dan belajar mempunyai akhlak yang baik . walaupun aku gak
kerasan tapi ku kerasan-kerasanin, dari
pada aku boyong, pasti yang rugi aku sendiri, bukanya membanggakan kedua
ortu yang ada malah nyusain orang tua..
mulai sekarang aku ingin berfikiran lebih dewasa lagi, berfikir yang positif,menjauhi
sifat kekanak kanakan dan menjauhi kebiasan buruk ku.
Dari pada aku bikin pusing lebih baik aku jalani aja semua
aktivitas yang ada pondok ini, pondok yang ku tempati ini pondok terbesar di
kab. Banyuwangi yang memiliki santri kurang lebih 5.000 santri putra dan putri.
Santri blokagung ini santrinya diwajibkan santrinya sholat berjamaah di masjid,
menggikuti semua kegiatan baik ba’da shubuh,dhuhur,ashar,magrib, isyak dan
mentaati qonoun-qonoun ponpes Darussalam . Aku merasa males dengan adanya
kegiatan yg padat seperti itu, apalagi ketika barang-barang yang ku punya
banyak kehilangan, itu hal yang paling menjengkelkan bagi ku tapi disinilah ku
belajar sabar, tapi lama kelamaan ku sudah mulai mengerti bahwa kehidupn di
pondok memanglah seperti ini, walaupun barang-barang ku banyak yang hilang
,makan di ko-kosan gak enak,mandi harus ngantri,gudikan,kadasan,tengah malam
kudu sholat tahajud,pagi kudu shlat dhuha,tidur bermodal selimut dan selimut
pun beralih fungsi menjadi alas tidur, tapi ku jalani itu semua dengan sabar dan
tabah..
Jujur ketika aku masih santri baru,aku pernah nangis di
pondok ketika sholat magrib berjamaah, mungkin salah satu penyebabnya adalah factor
ketidak kerasanan dan rasa menyesal apa yang telah aku perbuat sebelumnya yang
sering melakukan kebiasaan buruk. Pada waktu itu aku sholat berjamaah di shof
paling depan, ketika aku sholat berjamaah pikiran ku selalu memikirkan keadaan
kedua orang tua ku yang da drumah sambil menangis aku kepikiran waktu aku jahat
kepada kedua orang tua ku, aku sangat menyesal sikap ku yang seperti itu kepada
kedua orang tua..entah apa yang ada di benak ku? Sehingga aku beraninya
melakukan tindakan yang seperti itu, tanpa aku sadari bahwa tindakan yang
menimbulkan dosa besar dan sekarang aku mulai sadar, aku ingin mengubahsemua
kebiasaan-kebiasaan buruk ku, baik itu dalampikiran perkataan dan perbuatan dan aku ingin mengubah
semuanya menjadi kebiasaan yang baik.